figure
beberapa lama memperhatikan rumah, taman, kebun dan halaman.
memasuki beberapa kelompok pertemanan, menciptakan kenangan.
membaca dan memikirkan kalimat para figure yang diciptakan oleh seseorang, baik oleh diri mereka sendiri maupun oleh orang lain.
banyak kesamaan secara tidak sengaja.. pertemuan yang menciptakan getaran.
pernah suatu kali aku berharap mengalami serendipity.. suatu saat lalu, aku berpikir sudah mengalaminya..
aku bertemu dengan ‘figure’ yang ku reka dan ku bangun. aku membaca kalimat ku pada buku catatan waktu yang lain, milik orang lain.
tidak sama seperti menjiplak, karena kita baru di pertemukan.. hanya menyadari bahwa ‘figure’ itu tidak pernah otentik.
alam menyatukan energi-energi yang serupa.. tulisan ku, tulisan nya dan tulisan mereka serupa.. rasa yang sama.
terkejut juga melihat bentukan ku dalam tubuh atau rumah atau wadah orang lain.
lain waktu, banyak dengungan di sisi lampu kuning..
lampu kuning pertanda berita suka atau pun duka, cahayanya pertanda.
dengungan seranga yang sibuk mengelilingi lampu, berbicara satu-sama lain..
hanya seputar lampu saja, tidak akan lama.
mereka akan pergi, buruknya akan mati.
mati dalam berbagai hal, mati dengungan, hati dan jasad.
mereka di sebut musim, bisa juga di sebut euforia..
karena ada hal yang gempita dari suatu masa, maka mereka berkerubung, berdengung, bersentuhan, bercinta menggila dan mati.
bila mereka berdengung dan bersentuhan, kuharap akan lama.. sehingga dapat nyata jejak dari lampu kuning itu..
bila mereka berdegung, bersentuhan dan bercinta, maka tak ku harap apa-apa.. biasanya mereka pergi ke gorong-gorong gelap, menelurkan sesuatu atas nama kenangan yang kemudian menetas lalu kembali berdengung. mereka memperbanyak diri, menjual kenangan dengan tubuh yang baru.
bila mereka berdengung, bersentuhan, dan langsung mati, sudah jelas arahnya. bangkai yang menjijikkan, melekat ke lampu yang juga habis masanya.. basah dan membusuk, atau kering terpanggang panas cahaya lampu. tetap menjual memory dengan cara menjadi fosil, mebangun museum, membiarkan yang lain melihat, mengambil gambar dan menjadikan gambar-gambar sebagai trivia dan bukti kedekatan. jelas, memjual kenangan.
saya termasuk dalam hal yang mana??
\sarkastik
nikmat sekali berada dalam halaman-halaman ini, bisa menghina, sok pintar dan mengada-ada.. BEBAS!
akhir-ahir ini tidak menentu, banyak hal yang sedang di pikirkan, dan sudah tidak ada tempat untuk menumpahkan, merasa pincang. sudah tidak ada yang bisa mendengar tanpa menilai, merekam tanpa menuduh, kembali lagi mereka-reka figure. Nara.
ahhhhh… mual rasanya.. orang-orang baru. senyuman-senyuman palsu. kata-kata ramah tamah yang basi. perhatian-perhatian taik kucing. rasanya ingin teriak: “NGENTOT!!”
blah!! lubang kelinci itu sudah di rebut ular berbisa.. aku lelah, ingin sesuatu yang dingin dan tidur dalam temaram yang tenang..
jadi ingat sebuah film animasi dari rusia, yang menggambarkan rumah kelinci yang direbut oleh rubah betina. kemana pun kelinci itu meminta tolong dan dukungan, tidak ada yang mampu melawan dan menaklukan kuasa dan ketamakan sang rubah betina. sampai 4 musim berlalu, kelinci berduka dan putus asa, bertemu dengan seekor ayam jantan yang pemberani. kelinci menceritakan kesulitannya kepada ayam jantan. Sang Ayam Jantan lalu dengan gagah berani mengangkat pedangnya, dengan bersemangant berjalan beriringan dengan sang kelinci menuju rumah itu. Pertarungan tak terelakkan, ayam berhasil mendapatkan lagi rumah itu dan menyerahkannya pada kelinci. dengan ramah kelinci menawarkan tempat untuk tinggal bersama melewati musim dingin itu. mmmm… sangat ingin mememukan ‘figure’ Ayam Jantan.
ps: ada hal mengejutkan lainnya. beberapa saat setelah aku berkeputusan untuk mengangkat dan mulai riset tentang kita dan bayangan yang menghantui kita, sekarang sudah mulai ada kegiatan dan aktifis mengenai hal itu, pelopornya adalah figure besar dari kaum mu..
hahhaahaha.. penyesalan selalu datang di akhir yah.. enak sekali bisa membalas dendam.SIAL! kau selalu berhasil membalas mereka.. aku juga ingin.. tapi belum cukup amunisi ku. kembali things to do ku bertambah..
pps: bagaimana caranya mengatakan tidak..?
teman,
sangat merindukan mu..
ketakutan ku,
aroma mu mulai menghilang..
mau tak mau merombak letak pernik mu. pekerjaan-pekerjaan itu
-kenapa pekerjaan?- tanya mu mungkin, karena sudah tidak begitu menyenangkan lagi untuk ku (pekejaan jarang menyenangkan)..
bagaimana ini?
tolong tunjukkan cara efektif untuk mengatasi bayang mu di tiap lirikan mata ku..
kacau! kacau.. rindu ku pada kekasih ku tak ada..
aku terkadang takut.. aku tak bisa melihat kekasih ku dalam pejam mata ku..
yang kulihat malah kau!
kacau! kacau! doa ku untuk dapat bercinta dengan kekasih ku dalam mimpi malam tadi, malah mimpi menikmati perapian dan membakar buah pinus bersama mu..
kacau! kacau! tiap-tiap terbangun, kira kau ada di dekat ku dan bertanya “munch..munch.. dimana kita makan enak hari ini?”
aaahhh…
tidak juga kering. istilah mu ‘love hate love’ aku love untuk melihat mu. juga hate karena cuma jejak mu, takut bila jejak itu hilang, dan love karena mungkin aku bisa melakukan sesuatu dari jejak mu..
apasih tulisan-tulisan ini, hufff…
nyesel, coba aku ngeyel dan ga perlu memperhatikan ruang pribadi mu! dan terus menuntut atau jadi pecemburu, seperti yang kita tertawakan tentang 3 hewan yang kusukai dan alasan nya..
SIAL!
ahh…
teman, dimana kau mampir malam nanti?
on suicide
hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaahaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah…
kau benar-benar jahat!!
itu adalah kalimat dan luapan perasaanku saat melihat tubuh mu!
aku memeluk tubuh mu, kaku. dan menjambak rambut jambon mu (padahal itu seharusnya ungu..hahah) , dingin dan kasar..
tak menangis, karena tak percaya.. sepanjang perjalanan menemui mu, aku bertanya kenapa malah kering mata ini, kenapa malah marah? kenapa?
terbuka sedikit mulut mu, tapi tak bersuara.. mengaduh lah.. kumohon..
haaaaah..
aku membisikkan selamat jalan dengan perih, terisak dan akhirnya menangis..
“2015 kaah?” itu kalimat sindiran mu padaku nona..
aahhh.. rencana, mimpi-mimpi, dan harapan..
hutang dan piutang.. tapi pasti saat ini kau bilang “50:50 li…”
iya kaaah?? kau ingkar janji tauuuukkk!!!
maka ku bilang kau jahat!!
aaaaaahhh… jauh sudah sekarang…
aroma mu, warna mu, sosok mu, tawa mu, bunyi mu, semesta mu….
Ya Allah…
on suicide. buku yang kau beri pada ku..
“razors pain you;
Rivers are damp;
Acids stain you;
And drugs cause cramp.
Guns aren’t lawful;
Nooses Give;
Gas smells awful;
You might as well live.” – Dorothy Parker
tak ada yang lebih ampuh sebagai alat bunuh diri selain : ditinggalkan
Shit!!
katamu aku harus banyak riset. kau bilang aku bisa membuat sesuatu dari situ..
hei Lilith.. hahahahah..
tak lagi bisa ku lihat liukan si lilith, di kaki-kaki itu..
sudah tak akan ku jumpa lagi siluet sebuah kota dalam semesta mu.
mimpi … seperti mimpi laah..
banyak yang ingin mati melihatmu seperti itu…
selamat jalan Patricia Elida Yuliarty Tamalagi..
sudah sangat merindukan mu, suatu waktu nanti aku datang menemui mu, tolong selalu lihat langkah ku..
Titip salam buat Tuhan Yesus, jangan sungkan untuk mampir di mimpi ku kakak…
april
The shoe (or anybody can be happy anywhere) flossie pyle
There was an old lady who lived in a shoe;
She had so many children she didn’t know what to do
It wouldn’t be so bad living in a shoe
As long as my loved ones were there with me, too.
Our expenses would be lower by far;
We wouldn’t even need a car.
The shoe we could put on wheels, I’m sure,
And travel the country and go on tour.
We and the kids could give shows and plays;
The joy we’d get would make up for the amount it pays.
The crowd would marvel at our shoe,
And the number of our children would cause much a to-do
“the forgotten wise monkey”.. Itu bahan cerita buat bulan april. Di tambah “innocent poppy seeds” dan yang terakhir “the shoe”.
Bukan red shoes lagi.. Tapi cukup rumah dari sepatu, keren juga kalau punya rumah bentuk sepatu..
Merindukan..
Hufff.. Melelahkan..
(kosong)
Adele – make you feel my love
When the rain is blowing in your face,
And the whole world is on your case,
I could offer you a warm embrace
To make you feel my love.
When the evening shadows and the stars appear,
And there is no one there to dry your tears,
I could hold you for a million years
To make you feel my love.
I know you haven’t made your mind up yet,
But I would never do you wrong.
I’ve known it from the moment that we met,
No doubt in my mind where you belong.
I’d go hungry; I’d go black and blue,
I’d go crawling down the avenue.
No, there’s nothing that I wouldn’t do
To make you feel my love.
The storms are raging on the rolling sea
And on the highway of regret.
Though winds of change are throwing wild and free,
You ain’t seen nothing like me yet.
I could make you happy, make your dreams come true.
Nothing that I wouldn’t do.
Go to the ends of the Earth for you,
To make you feel my love
Lagu yang akan ku tujukan hanya pada nara..
Nara.. Nara.. Aku merindukan mu.. Sudah lama tak bertemu dalam mimpi ku. Jangan marah padaku, banyak yang ingin ku ceritakan..
‘Perihal tiga pulau yang terlampaui?’
Aku memang tidak ahli dalam perhitungan.. Baiklah, aku tidak ahli dalam hal apapun..
Salah ternyata perhitunganku, bukan 3 pulau. Mungkin malah belum ada yang terlampaui.. Nara, aku ingin kau peluk..sangat ingin bertemu. Jangan marah yah..
‘Perihal gelap dan terang’
Nara..nara.. Aku sangat menyukai kegelapan. Datang lagi,kau tau aku merindukan nya, kesalahanku terhadap gelap memaksaku terpanggang dalam terang. Kesalahan kah saat aku merasa kegelapan memperalat dan meninggalkanku?kesalahankah saat ku merasa dia tidak lagi mempercayaiku?
‘Perihal mengisi waktu’
Oleh mereka.. Mengisi waktu dengan hujan sebagai perhiasan mungkin menyenangkan. Taukah kau nara, aku minta hujan waktu sedih itu, sampai ku tapaki kaki kembali, hujan peluk aku terus..
Aku merasa mereka (hanya) mengisi waktu (lagi) bersama hujan, membasuh luka dengan pelukan hujan, membuyarkan airmata di ciuman hujan, menentramkan tidur di sisi hujan, meringankan pikiran dengan lincahnya percik hujan.
Janganlah..jangan gunakan hujan sebagai perhiasan.. Cukuplah, cukup mengesampingkan (lagi) hujan terhadap pelangi.. sudahlah, sudahi cercaan dan gusarmu pada hujan.
‘Perihal sang dewi’
Dimana-mana kutemui para dewi dan bidadari. Menjemukan melihat mereka. Kusangka berbeda, ternyata sama perlakuan-Nya terhadap mereka, pun aku. Huh! Aku sedih, tapi lagi-lagi (dan lagi) teringat ujar mu padaku waktu lalu:’mereka singgah, mungkin juga menetap beberapa lama..tapi akan pergi meninggalkanmu. Cuma aku dan (hanya) aku yang mampu bersama mu.’
Tapi sakit juga,nara.. Membiasakan diri untuk suatu saat melepaskan (tetap) sangatlah sulit.
Kata-kata ‘mereka’ pada dewi dan bidadari-bidadari itu mengiris hati ku..sangat lembut dan penuh cinta. Melihat kisah kasih dan sedih mereka membuat pilu hati ku sekaligus marah, sedih dan mengutuk. Huffh.. Yang kusalahkan adalah rasa ingin tahu ku.
‘Perihal para dewa’
Entahlah nara.. Maksud hati ku ingin memperkenalkan mu pada mereka, pada DIA. tapi tidak lah.. Sangat menggelikan ketika membuka kitab-kitab tentang para dewa. Dia, sang Dewa hanya milik-Nya sang bidadari. Hatinya tak pernah berpaling.. Mungkin kau akan bertanya mengapa aku bisa punya kesimpulan seperti itu. Para dewa dan dewi itu saling memiliki di dunia mereka.. Sama seperti kau dan aku. Mereka saling mencintai, tapi tak dapat bertemu..
Nara.. Aku menangis mengetahui ini..tidak mau masuk kedalam kondisi mereka,karena aku takut hanya akan menyakitimu nanti,kasih..
Sudahlah.. Hanya kita berdua saja..Memang aku hanya untukmu ternyata.. Jangan marah ya. Tak sedetik pun aku melupakan mu, kita pasti bersatu, tunggulah sayangku.. Aku pasti mendapatkanmu di pelukan ku..
Aku tak perduli lagi cerita apapun! Tak peduli lagi dengan dongeng sang Dewa.
Yang kupastikan aku hanya menunggu mu, akan kupikirkan caranya bagaimana kita berdua dapat bertemu. Sabarlah.. Sebentar lagi..
Sangat merindukan mu dalam mimpi ku.. Datanglah lagi.. Kumohon.
bark view
so many thing happen!
so much to say..
nothing I can do..
just see those things, smiling at me.. those plastik dog!!
yup never barking.. but like view trough your heart..
she said: “we doing all things with heart..”
oooohh.. come on! you “heart” some one.. not doing things with heart..
admit it!! fuk..
pines-pines..
thx god
Hari yang melelahkan sedikit-sedikit selesai..
Permasalahan pelan-pelan diatasi..
- paspor: siap!
- npwp: siap!
Tinggal beberapa masalah kecil lagi..
Siap terbang!!
Can’t hardly wait.. ^^
must see movie on 2011
Must see movie on 2011*my version
Rango
Genre: animation/fantasy
Directed by: gore Verbinski
Pengisi suara
* Johnny Depp sebagai Rango
* Isla Fisher sebagai Lucy
* Abigail Breslin sebagai Missy
* Alanna Ubach sebagai Fresca
* Gil Birmingham sebagai Burung yang terluka
Release: March 2011
I Hop
Director:Tim Hill
Genre: Comedy
cast :
James Marsden … Fred Russell
Brand … Easter Bunny (voice)
Release: April 2011
Rio
Genre:Animation | Adventure | Comedy | Family
cast: Anne Hathaway , Neil Patrick Harris, Carlos Ponce Rodrigo Santoro , Kate del Castillo dan Bernardo de Paula
Release: April 2011
Thor
Genre: Action | Adventure | Drama | Fantasy
cast:
Natalie Portman … Jane Foster
Anthony Hopkins … Odin
Chris Hemsworth … Thor
Samuel L. Jackson … Nick Fury
Kat Dennings … Darcy
Idris Elba … Heimdall
Release: May 2011
Kungfu Panda II
Directed by: Jennifer Yuh Nelson
Starring: Angelina Jolie, Jackie Chan, Jack Black, dan Dustin Hoffman
Genre: animation/comedy/action/family
Release: mei 2011
Pirates of Caribbean : On the Strangers Tide
Starring: Johnny Depp, Penelope Cruz
Genre: adventure/fantasy/action
Release: mei 2011
X-Men : First Class
Starring: James McAvoy, Jeniffer Lawrence
Genre: drama/sci-fi/action
Release: June 2011
Dark shadows
Directed by: Tim Burton
Starring: Johnny Depp
Release: July 2011
The Smurfs
Genre: Animation/Family/Fantasy
Directed by: Raja Gosnell
Starring: Neil Pattrick Harris, Jayma Mays, Hank Azaria
Release: July 2011
Transformers 3 : Dark Of TheMoon
Starring: Sam Witwicky, Mikaela Banes
Genre: fantasy/action/animation
Release: July 2011
Harry Potter and The Deathly Hallows, Part 2
Directed by: David Yates (Novel karangan J.K. Rowling)
Starring: Daniel Radcliff, Emma Watson dan Rupert Grint
Genre: fantasy/drama/adventures/mysteri
Release: july 2011
Mr. Popper’s Penguins
Genre: comedy
Starring: Jim Carrey, Carla Cugino, Madeline Carroll
release: August 2011
Captain America : The First Avenger
Starring: Chris Evans
Genre: fantasy/actions/animation
Release: August 2011
Johny English Reborn
Genre: comedy
Starring: Rowan Atkinson, Gillian Anderson
Release: sept/okt 2011
Breaking Dawn Part I
Starring: Kristen Stewart, Robert Pattinson dan Taylor Lautner
Genre: romance/drama/fantasy
Release: November 2011
Mission Impossible 4: Ghost Protocol
Starring: Tom Cruise, Paula Patton dan Jeremy Renner
Genre; action
Release: Desember 2011
hhmmm… good movie..
apalagi kekasihku Johnny Depp banyak main film.. makin mencinta deh.. :”>
blurr
Mmmmmmmmm..
Warna-warnanya blurr..
Karena pusing merasakan nafas sang api.
Sehangat apapun peri, kalah dengan nafas sang api.. Walau tubuhnya sedingin air hujan..
Hujan favoritku! Buat sang api mendingin, tapi memburu ku untuk hangat itu.
Aku jahat.. Hmmm.. Hmmm..semoga api maklum pada ku..
Cuma ingin tahu, sungguh..
Batak Simalungun
Batak Simalungun
Suku Simalungun atau juga disebut Batak Simalungun adalah salah satu suku asli dari provinsi Sumatera Utara, Indonesia, yang menetap diKabupaten Simalungun dan sekitarnya. Beberapa sumber menyatakan bahwa leluhur suku ini berasal dari daerah India Selatan. Sepanjang sejarah suku ini terbagi ke dalam beberapa kerajaan. Marga asli penduduk Simalungun adalah Damanik, dan 3 marga pendatang yaitu, Saragih, Sinaga, dan Purba. Kemudian marga (nama keluarga) tersebut menjadi 4 marga besar di Simalungun. Orang Batak menyebut suku ini sebagai suku “Si Balungu” dari legenda hantu yang menimbulkan wabah penyakit di daerah tersebut, sedangkan orang Karo menyebutnya “Timur” karena bertempat di sebelah timur mereka.
Terdapat berbagai sumber mengenai asal usul Suku Simalungun, tetapi sebagian besar menceritakan bahwa nenek moyang Suku Simalungun berasal dari luar Indonesia.
Kedatangan ini terbagi dalam 2 gelombang:
1. Gelombang pertama (Simalungun Proto ), diperkirakan datang dari Nagore (India Selatan) dan pegunungan Assam (India Timur) di sekitar abad ke-5 , menyusuri Myanmar ke siam dan Malaka untuk selanjutnya menyeberang ke Sumatera Timur dan mendirikan kerajaan Nagur dari Raja dinasti Damanik.
2. Gelombang kedua (Simalungun Deutero), datang dari suku-suku di sekitar Simalungun yang bertetangga dengan suku asli Simalungun.
Pada gelombang Proto Simalungun di atas, Tuan Taralamsyah Saragih menceritakan bahwa rombongan yang terdiri dari keturunan dari 4 Raja-raja besar dari Siam dan India ini bergerak dari Sumatera Timur ke daerahAceh, langkat, daerah Bangun Purba, hingga ke Bandar Kalifah sampai Batubara. Kemudian mereka didesak oleh suku setempat hingga bergerak ke daerah pinggiran danau Toba dan Samosir.
Pustaha Parpandanan Na Bolag (pustaka Simalungun kuno) mengisahkan bahwa Parpandanan Na Bolag (cikal bakal daerah Simalungun) merupakan kerajaan tertua di Sumatera Timur yang wilayahnya bermula dari Jayu (pesisir Selat Malaka) hingga ke Toba. Sebagian sumber lain menyebutkan bahwa wilayahnya meliputi Gayo dan Alas di Aceh hingga perbatasan sungai Rokan di Riau. Kini, di Kabupaten Simalungun sendiri, Akibat derasnya imigrasi, suku Simalungun hanya menjadi mayoritas di daerah Simalungun Atas.
Sistem politik dari Hindia belanda mengubah beberapa hal:
Pada masa sebelum belanda masuk ke Simalungun, suku ini terbagi ke dalam 7 daerah yang terdiri dari 4 Kerajaan dan 3 Partuanan. Kerajaan tersebut adalah:
1. Siantar (menandatangani surat tunduk pada belanda tanggal 23 Oktober 1889, SK No.25)
2. Panei (Januari 1904, SK No.6)
3. Dolok Silou
4. Tanoh Djawa (8 Juni 1891, SK No.21)
Sedangkan Partuanan (dipimpin oleh seseorang yang bergelar “tuan”) tersebut terdiri atas:
1. Raya (Januari 1904, SK No.6)
2. Purba
3. Silimakuta Kerajaan-kerajaan tersebut memerintah secara swaparaja.
Setelah Belanda datang maka ketiga Partuanan tersebut dijadikan sebagai Kerajaan yang berdiri sendiri secara sah dan dipersatukan dalam Onderafdeeling Simalungun. Dengan Beslit tanggal 24 April 1906 nomor 1 kemudian diperkuat lagi dengan Besluit tanggal 22 Januari 1908 nomor 57, Raja Siantar Sang Nahualu dinyatakan dijatuhkan dari tahtanya selaku Raja Siantar oleh pemerintah Hindia Belanda. Pemerintahan kerajaan Siantar, menunggu akil baligh Tuan Kodim dipimpin oleh suatu Dewan Kerajaan terdiri dari Tuan Marihat, Tuan Sidamanik dan diketuai oleh Kontelir Simalungun. Setelah dibuangnya Raja Siantar Sang Naualuh dan Perdana Menterinya Bah Bolak oleh Belanda dalam tahun 1906 ke Bengkalis, maka sudah ratalah kini jalan untuk memaksakan Dewan Kerajaan Siantar yang diketuai Kontelir Belanda itu dan dibentuklah Besluit tanggal 29-7-1907 nomor 254 untuk membuat Pernyataan Pendek (Korte Verklaring) takluknya Siantar kepada Pemerintah Hindia Belanda. Dari isi surat-surat dokumen Belanda dapatlah direka yang tersirat bahwa dimakzulkannya dari tahta Siantar Tuan Sang Nahualu dan dibuangnya ia bersama perdana menterinya Bah Bollak ke Bengkalis 1906, adalah terutama karena background : Ia bersama hampir seluruh Orang-orang Besar Kerajaan Siantar adalah anti penjajahan Belanda; bahwa merembesnya propaganda Islam ke Simalungun khususnya dan Tanah Batak umumnya tidaklah disenangi oleh penjajah Belanda. Pada 16 Oktober 1907 oleh Tuan Torialam (Tuan Marihat) dan Tuan Riah Hata (Tuan Sidamanik), melalui Verklaring (Surat Ikrar), dinyatakan tunduk kepada Belanda. Dalam butir satu dari Verklaring yang memakai aksara Arab Melayu dengan Bahasa Melayu dan aksara Latin dengan Bahasa Belanda itu, tertulis, “ Ten eerste: dat het landschap Siantar een gedeelte uitmaakt van Nederlandsch Indie en derhalve staat onder de heerschappij van Nederland..” (Pertama: bahwa wilayah Siantar merupakan bagian dari Hindia Belanda dan karena itu berada di bawah kerajaan Belanda…). Masih ditambahkan bahwa akan setia kepada Ratu Belanda dan Gubernur Jenderal. Sejak Surat Ikrar Torialam dari Marihat dan Riah Hata dari Sidamanik itu, Kerajaan Siantar akhirnya di bawah pengawasan Belanda.Belanda kemudian menobatkan putra Sang Naualuh bukan dari permaisuri, yang masih teramat muda, Tuan Riah Kadim menjadi raja pengganti. Tuhan Riah Kadim yang masih polos itu kemudian diserahkan Belanda kepada Pendeta Zending Guillaume di Purba. Pada Tahun 1916, Tuhan Riah Kadim diubah namanya menjadi Waldemar Tuan Naga Huta dan diakui Belanda sebagai Raja.( Suntingan dari Muhar Omtatok , Erond Damanik dan Juandaha Raya Purba Dasuha).
Selain 3 partuanan yang tersebut atas masih terdapat beberapa partuaan yang lain antara lain:
1. Parbalogan (tuan parbalogan op.Dja Saip Saragih Napitu) yang wilayahnya dari parmahanan hingga ke tigaras
2. Si Tahan Batoe Toean Van Si Polha , Si Ria Kadi Toean Van Manik Si Polha , Toean Gurasa Dolok Sumurung / Bandar Sipolha , Toean Intan Pulo Bosar Sipolha , Tuan Kalabosar ( Dolok Maraja Sipolha ), Tuan Paraloangin ( Jambur Na Bolag Sipolha ), Tuan Parangsangbosi ( Paribuan Sipolha ) semua Keturunan Raja Naposo Damanik.
3. Si Tahan Batoe Toean Van Si Polha / Toean Laen / Nai Tukkup , salah satu keturunannya adalah Tuan Jahutar Damanik dan Tuan Humala Sahkuda Damanik ( Hutabolon Sipolha ) orang tua dari: Tuan Djapurba Damanik, Tuan Djabagus Damanik, Tuan Djabanten Damanik, mantan Bupati Kabupaten Simalungun, Tuan Djahormat Damanik, Mora br.Damanik, Mayun br. Damanik.
4. Si Ria Kadi Toean Van Manik Si Polha / Toean Markadim / Nai Simin , keturunannya sebagai berikut pada no 5 , 6 , 7 :
5. Tuan Paraloangin Damanik ( Tuan Jambur Na Bolag Sipolha ) dengan laweinya Radja Israel Sinaga Prapat dari Parapat salah satu keturunannya adalah Tuan Labuhan Asmin Damanik ( Tuan Jambur Na Bolag berikutnya ) keturunannya adalah Prof.DR SC Reynold Kamrol Damanik ( USU ) , Prof DR David Tumpal Damanik ( USA ) , Cand.DR.Ec Daulat Damanik MA. ( Jerman ).
6. Tuan Parangsangbosi Damanik ( Tuan Paribuan Sipolha ) salah satu keturunannya adalah Brigjen Pol (Purn) Muller Damanik , SH ( Mantan Rektor USI P.Siantar).
7. Tuan Kalabosar Damanik ( Tuan Dolok Maraja Sipolha ) salah satu keturunannya adalah Ir. Syamsirun Damanik ( mantan salah satu Direktur Kem. Pertanian RI ) , Drs Pangsa Damanik.
8. Toean Gurasa Dolok Sumurung / Bandar Sipolha , salah satu keturunannya Mayjen TNI (Purn) Pieter Damanik ( Mantan Dubes RI di Philipina ) , Ir Djagunung Damanik , Revol Damanik.
9. Sipintu angin (tuan op.S.Saragih Turnip) merupakan orang tua dari Saragih Ras. Yang hingga kini tugunya (tugu hoda bottar)masih terlihat di Perbatasan Panatapan Ds.Tigaras
DENGAN KORT VERKLARING, 16 OKTOBER 1907, BELANDA MEMBAGI KERAJAAN SIANTAR MENJADI 37 PERBAPAAN dan tuan SAUADIM, DAMANIK KE XV, PERBAPAAN DARI BANDAR diangkat BELANDA MENJADI RAJA SIANTAR yang berakhir sampai tahun Revolusi Simalungun 1946.
SURAT IKRAR
Bahwa ini ikrar kami : Si Tori Alam , Tuan Marihat dan Si Ria Hata Tuan Sidamanik. Yaitu : bersama masuk komisi pemerintahan jajahan negeri Siantar mengaku tiga perkara yang tersebut di bawah ini , yaitu :
Pasal yang pertama. Bermula ikrar kami bahwa sesungguhnya negeri Siantar jadi suatu bahagian daripada Hindia Nederland , maka takluklah negeri Siantar itu kepada kerajaan Belanda , maka wajiblah atas kami selama-lamanya bersetia kepada Baginda Sri Maharaja Belanda dan kepada wakil baginda yaitu Sri Paduka yang dipertuan besar Gubernur Jenderal Hindia Nederland , maka oleh Sri Paduka yang dipertuan besar Gubernur dikurniakan kepada kami jabatan pemerintahan di dalam Negeri Siantar.
Pasal yang kedua. Maka mengakulah dan berjanjilah kami , bahwa kami tiada akan membicarakan suatu apa dari pada ikwal kami dengan Raja – raja yang asing , melainkan musuh Baginda Sri Maharaja itu musuh kami , begitu juga sahabat Sri Maharaja Belanda itu Sahabat kami adanya.
Pasal yang ketiga. Bahwa mengakulah dan berjanjilah kami , bahwa sesungguhnya segala peraturan hal ikwal Siantar , baik yang telah diaturkan , baik yang akan diikrarkan oleh atau dengan nama Baginda Sri Paduka yang dipertuan besar Gubernur Jenderal Hindia Nederland atau wakilnya semua pengaturan itu kami hendak menjalankan akan segala perintah yang diperintahkan kepada kami , baik oleh Sri paduka yang dipertuan besar Gubernur Jenderal baik oleh wakilnya , semua perintah itu kami hendak menurutkan juga adanya.
Demikianlah Ikrar yang telah kami mengaku dengan bersumpah di Pematang Siantar pada enam belas Oktober 1907, dan tersurat tiga helai yang sama bunyinya. Si Tori Alam Si Ria Hata ( Anggota dari komisi Kerajaan Siantar ) Disaksikan oleh Si Jure Lucan O’Brien , Controleur Simalungun.
Ikrar ini disyahkan dan dikuatkan pada tanggal 22 Januari , 1908. Gubernur Jenderal Hindia Belanda d.t.o ( V.Heutz )
Proces – Verbal / Berita Acara.
Pada hari ini tanggal 16 Oktober 1907 hadir di hadapan saya Jure Lucan O’Brien . Controleur Simalungun. Op heden , den Zestienden october negentien honderd en zevend , voor mij , J.L.O’Brien , Controleur van Simeloengoen.
1. Si Saoeadim , Toean Van Bandar
2. Si Badjandin , Toean Van Bandar Poelau
3. Si Kani , Toean Van Bandar Bajoe
4. Si Djamin , pemangkoe Van Toean Negeri Bandar
5. Si Mia , Toean Van Si Malangoe
6. Si Kama , Roumah Suah
7. Si Bisara , Nagodang
8. Si Djommaihat , Toean Kahaha
9. Si Djarainta , Toean Boentoe
10. Si Djandioeroeng , Toean Dolok Siantar
11. Si Silim , Toean Van Bandar Sakoeda
12. Si Djontahali , Toean Van Mariah Bandar
13. Si Rimmahala , Toean Van Naga Bandar
14. Si Kadim , Toean Van Bandar Tonga
15. Si Tongma , Bah Bolak Van Pematang Siantar
16. Si Naman , Toean Van Lingga
17. Si Djaha , Toean Van Bangoen
18. Si Djibang , Toean Van Dolok Malela
19. Si Djandiain , Toean Van Silo Bajoe
20. Si Lampot , Toean Van Djorlang Hataran
21. Si Djanji-arim , Toean Van Maligas Bandar
22. Si Djadi , Toean Van Sakuda
23. Si Radjawan , Toean Van Gunung Maligas
24. Si Djaoelak , Toean Van Tamboen
25. Si Tahan Batoe , Toean Van Si Polha
26. Si Ria Kadi , Toean Van Manik Si Polha
27. Si Ganjang , Toean Van Repa
28. Si Djoinghata , Toean Van Pagar Batoe
29. Si Djaingot , Toean Van Si Lampoeyang
30. Si Djaoeroeng , Toean Van Gadjing
31. Si Mahata , Toean anggi Van Sidapmanik
32. Si Bandar , Toean Manik Hataran
33. Si Takkang , Toean Van Tamboen Rea
34. Si Rian , Toean Van Manik Maradja
35. Si Marihat , Toean Van Perbalogan
36. Si Pinggan , Toean Van Hoeta Bajoe
37. Si Djoegmahita , Toean Van Manggoetoer
Dimana mereka sebagai para kepala kerajaan / perbapaan , dihadapan saya telah menerangkan dan bersetuju dengan keterangan yang dibuat ini hari oleh komisi kerajaan Siantar dengan kehadirannya atas sumpah dan dikuatkan dalam ikrar ini.
Demikian diperbuat ikrar ini berdasarkan berita acara dengan tiga rangkap. Pematang Siantar , 16 Oktober 1907.- Controleur Simalungun. d.t.o ( Jure Lucan O’Brien ) ( dalam Tulisan , Jahutar Damanik , NPV : 2.029.293, Raja Sang Naualuh , Sejarah Perjuangan Kebangkitan Bangsa Indonesia , Medan medio 1981 cetak ulang tahun 1987 )
= Partuanan-partuanan ini tidak pernah tunduk kepada pemerintahan Belanda saat itu, di daerah dilakukan perlawanan perlawanan kecil secara bergerilya. Dalam hal peperangan melawan hindia belanda, kerajaan maupun pertuanan bergerak dan bergerilya mempertahankan dolog Simalungun.
Perkerabatan di Simalungun
Orang Simalungun tidak terlalu mementingkan soal silsilah karena penentu partuturan (perkerabatan) di Simalungun adalah hasusuran (tempat asal nenek moyang) dan tibalni parhundul (kedudukan/peran) dalam horja-horja adat (acara-acara adat). Hal ini bisa dilihat saat orang Simalungun bertemu, bukan langsung bertanya “aha marga ni ham?” (apa marga anda) tetapi “hunja do hasusuran ni ham (dari mana asal-usul anda)?” Hal ini dipertegas oleh pepatah Simalungun “Sin Raya, sini Purba, sin Dolog, sini Panei. Na ija pe lang na mubah, asal ma marholong ni atei” (dari Raya, Purba, Dolog, Panei. Yang manapun tak berarti, asal penuh kasih).
Sebagian sumber menuliskan bahwa hal tersebut disebabkan karena seluruh marga raja-raja Simalungun itu diikat oleh persekutuan adat yang erat oleh karena konsep perkawinan antara raja dengan “puang bolon” (permaisuri) yang adalah puteri raja tetangganya. Seperti raja Tanoh Djawa dengan puang bolon dari Kerajaan Siantar (Damanik), raja Siantar yang puang bolonnya dari Partuanan Silappuyang, Raja Panei dari Putri Raja Siantar, Raja Silau dari Putri Raja Raya, Raja Purba dari Putri Raja Siantar dan Silimakuta dari Putri Raja Raya atau Tongging.
Adapun Perkerabatan dalam masyarakat Simalungun disebut sebagai partuturan. Partuturan ini menetukan dekat atau jauhnya hubungan kekeluargaan (pardihadihaon), dan dibagi kedalam beberapa kategori sebagai berikut:
Tutur Manorus / Langsung Perkerabatan yang langsung terkait dengan diri sendiri.
Tutur Holmouan / Kelompok Melalui tutur Holmouan ini bisa terlihat bagaimana berjalannya adat Simalungun
Tutur Natipak / Kehormatan Tutur Natipak digunakan sebagai pengganti nama dari orang yang diajak berbicara sebagai tanda hormat.
Harungguan Bolon
Terdapat empat marga asli suku Simalungun yang populer dengan akronim SISADAPUR, yaitu:
Damanik
Sinaga
Saragih
Purba
Keempat marga ini merupakan hasil dari “Harungguan Bolon” (permusyawaratan besar) antara 4 raja besar untuk tidak saling menyerang dan tidak saling bermusuhan (marsiurupan bani hasunsahan na legan, rup mangimbang munssuh).
Keempat raja itu adalah:
Raja Nagur bermarga Damanik
Damanik adalah marga atau morga dari suku Simalungun yang aslinya berasal dari daerah yang bernama Simalungun di provinsiSumatera Utara, Indonesia. Damanik berarti Simada Manik (pemilik manik), yang mana dalam bahasa Simalungun Manik berarti Tonduy, Sumangat, Tunggung, Halanigan (bersemangat, berkharisma, agung/terhormat, paling cerdas). TM. Muhar Omtatok menguraikan bahwa Damanik merupakan marga tertua dari Suku Simalungundan Batak. TM Muhar Omtatok juga mengungkapkan bahwa Damanik telah ada sejak kepercayaan lokal ada di Sumatera.
Asal-usul Pada abad ke-12 , keturunan Raja Nagur mendapat serangan dari Raja Rajendra Chola I dari india, yang mengakibatkan terusirnya mereka dari Pamatang Nagur di daerah Pulau Pandan hingga terbagi menjadi 3 bagian sesuai dengan jumlah puteranya:
- Marah Silau (yang menurunkan Raja Manik Hasian, Raja Jumorlang, Raja Sipolha, Raja Siantar, Tuan Raja Sidamanik dan Tuan Raja Bandar)
- Soro Tilu (yang menurunkan marga raja Nagur di sekitar gunung Simbolon: Damanik Nagur, Bayu, Hajangan, Rih, Malayu, Rappogos, Usang, Rih, Simaringga, Sarasan, Sola)
- Timo Raya (yang menurunkan raja Bornou, Raja Ula dan keturunannya Damanik Tomok) Selain itu datang marga keturunan Silau Raja, Ambarita Raja, Gurning Raja, Malau Raja, Limbong, Manik Raja yang berasal dari Pulau Samosir dan mengaku Damanik di Simalungun.
“PERJALANAN SIMALUNGUN/DAMANIK DALAM TINJAUAN HABONARON”
Oleh sauhur ( M. Muhar Omtatok )= Jika dirunut dari Dinasti Nagur, Damanik merupakan turunan dari Raja Nagur, yaitu Marah Silau – yang menurunkan Raja Manik Hasian, Raja Jumorlang, Raja Sipolha, Raja Siantar, Tuan Raja Sidamanik dan Tuan Raja Bandar, Soro Tilu – yang menurunkan marga raja Nagur di sekitar gunung Simbolon: Damanik Nagur, Bayu, Hajangan, Rih, Malayu, Rappogos, Usang, Rih, Simaringga, Sarasan, Sola, serta Timo Raya – yang menurunkan raja Bornou, Raja Ula dan keturunannya Damanik Tomok) Selain itu datang marga keturunan Silau Raja, Ambarita Raja, Gurning Raja, Malau Raja, Limbong, Manik Raja yang mengaku sub-clan Damanik di Simalungun. Damanik merupakan morga (marga) asli dan tertua di Simalungun. Jika Damanik diberi arti Simada Manik (pemilik manik), maka Damanik berarti Pemilik Tonduy, Sumangat, Tunggung, Halanigan (bersemangat, berkharisma, agung/terhormat, paling cerdas). Sejak zaman Nagur, Damanik telah menjadi leader bagi tamadun marga lainnya. Sebagai marga bangsawan awal, Damanik mengatur tatanan kesimalungunan. Jika direnungkan bahwa tiap-tiap raja goraha non Damanik adalah menantu Damanik sebagai Raja kala itu. Bukan sebuah ungkapan berlebihan jika Damanik mempengaruhi dan mewarnai etnografi, linguistik, sosiokultur maupun genetika marga lain. Jika sebagian saudara kita, mengaitkan Damanik dengan Manik. Tentu Damanik boleh berbangga atas tawaran persaudaraan tersebut. Namun jika dilihat dari perjalanan panjang morga Damanik dalam tinjauan habonaron, maka sebuah kebenaran tidaklah boleh ditiadakan. Justru kata ‘Damanik’ dan ‘Manik’ yang hanya dibedakan suku kata ‘Da’ menjadi menarik untuk dikaji. Jika didengar bunyi-bunyi lingual condong berubah karena lingkungannya. Dengan demikian, perubahan bunyi tersebut bisa berdampak pada dua kemungkinan. Apabila perubahan itu tidak sampai membedakan makna atau mengubah identitas fonem, maka bunyi-bunyi tersebut masih merupakan alofon atau varian bunyi dari fonem yang sama. Dengan kata lain. perubahan itu masih dalam lingkup perubahan fonetis. Tetapi, apabila perubahan bunyi itu sudah sampai berdampak pada pembedaan makna atau mengubah identitas fonem, maka bunyi-bunyi tersebut merupakan alofon dari fonem yang berbeda. Dengan kata lain, perubahan itu disebut sebagai perubahan fonemis. Penghilangan bunyi fonemis sebagai akibat upaya penghematan atau ekonomisasi pengucapan disebut Zeroisasi dalam ilmu bahasa. Peristiwa ini biasa terjadi pada penuturan bahasa-bahasa di dunia, termasuk bahasa-bahasa di Indonesia. Dalam bahasa Indonesia yang berakar dari bahasa Melayu, kita menemukan banyak kata yang berubah dari aslinya. Misalnya, kata Sahaya menjadi Saya, Dahulu menjadi Dulu, Tetapi menjadi Tapi, dan lainnya. Jika di Simalungun, kata Danau disebut Laut, sebutan yang diperuntukkan untuk sumber kumparan air yang besar, yang juga diperuntukkan untuk menyebut kata laut seperti dalam Bahasa Indonesia. Kata ‘Laut’ tersebut mengalami perubahan ketika disebutkan dalam bahasa Karo, menjadi ‘Lau’, dan terus bergeser pada bahasa Batak Toba menjadi ‘ Tao”. Sehingga keasliannya bisa kita urutkan menjadi: Laut (Simalungun) – Lau (Karo) – Tao (Batak Toba). Jika diklasifikasikan zeroisasi, paling tidak ada tiga jenis, yaitu aferesis, apokop, dan sinkop. Kata Damanik dan Manik masuk dalam Aferesis, yaitu proses penghilangan atau penanggalan satu atau lebih fonem pada awal kata. Misalnya: tetapi menjadi tapi, peperment menjadi permen, upawasa menjadi puasa. Pada kata-kata itu tampak jelas yang mana kata terdahulu dan kata berikutnya. Kata Tetapi, Pepermint dan Upawasa adalah lebih tua ketimbang kata Tapi, Permen maupun Puasa. Begitu halnya dengan Damanik dan Manik,yang tampak terjawab kini. Yaitu Damanik adalah lebih tua atau terdahulu ketimbang Manik. Disini dikatakan bahwa Damanik bukanlah afiliasi atau sub-clan dari marga lain, baik yang ada di Simalungun maupun di luar Simalungun.
DAMANIK DAN RANJI SERAT TUBUH
Ranji Serat Tubuh merupakan keilmuan kuno di masa animisme dan dinamisme. Ilmu ini memuasalkan huruf dengan titik-titik maya di tubuh manusia. Huruf atau carakan Jawa yakni ha na ca ra ka dan seterusnya diyakini penghayatnya sebagai sabda pangandikanipun dari Tuhan di Tanah Jawa. Ketika agama-agama berikutnya masuk ke Nusantara, Keilmuan kuno ini mengalami adaptasi. Huruf Hijaiyah dalam Bahasa Arab yang masuk ke Nusantara bersama masuknya Islam. Dianggap juga memiliki kharisma mistis, sehingga Ilmu Ranji Tubuh-pun menggunakan huruf-huruf import tersebut. Keilmuan warisan leluhur ini sering pula dikaitkan dengan elemen-elemen tertentu, misalnya Bumi, Air, Api, Udara, dan Ether. Filsuf Yunani, Empedocles (492-432 SM) menyebutnya sebagai 4 ‘akar‘ atau 4 ‘dasar‘. Hippocrates (460~377 SM), Bapak Kedokteran, juga menggunakan konsep keempat elemen ini untuk pengobatan, yaitu teori bahwa penyakit timbul akibat ketidakseimbangan 4 cairan dalam tubuh (Humorism). Di India, kelima elemen ini sudah dikenal sejak dari munculnya kebudayaan atau filsafat Hindu dan Buddha. Begitu juga di China dan Jepang. Di India, Ilmu Ranji Tubuh hingga kini sangat popular. Diyakini bahwa pada tubuh memiliki titik-titik maya yang mereka sebut dengan Chakra. Maka Aura sebagai manifestasi warna tubuh, dikatakan muncul dari chakra tersebut. Di Simalungun, Ranji Serat Tubuh sudah teramat lama ada, sebelum Islam, Kristen dan lainnya masuk ke Tanoh Namadear ini. Keilmuan sejenis di Simalungun disebut Adjion Rahoet Mahoerei. Keilmuan ini Dipergunakan sebagai ‘Bohal Manggoluh’ bagi Pandihar (Pesilat) serta penghayat keilmuan Hadatuan (Pengobatan Tradisi). Di Simalungun klasik, keilmuan ini menggunakan huruf-huruf dari Surat sappuluh Siah yang dikolaborasikan dengan titik-titik tubuh serta langkah tubuh. Bagi pemuda-pemuda yang belajar Mandihar (bersilat) dan Hadatuan di Simalungun kala itu, dianjurkan untuk menghormati pimpinan-pimpinan gaib dari abjad diatas, dengan ritual khusus yang menyediakan sesaji berupa Ayam Merah yang disusun diatas daun dan diletakkan di tikar yang masih baru, sira pege yaitu cocolan garam, lada dan jahe 7 iris, bunga kembang sepatu 7 tangkai. Semua bahan ini dilingkari dengan benang putih.Dalam sebuah pustaha laklak diterangkan, bahan diatas dilengkapi dengan nira, air, rudang, minyak saloh, beras sangrai yang dibuat tepung, 19 lembar sirih, kue nitak (tepung beras dicampur gula aren) serta huruf-huruf dari Aksara Simalungun yang telah disediakan. Seluruh murid mengelilingi tikar tempat sesaji dan huruf yang diletakkan, lalu sang Datu membacai mantra. Berikut contoh mantra yang saya yakini sudah mendapat pengaruh unsur luar, yaitu: “Borkat ma hamu RAJA I DABIYA, Borkat ma hamu TUAN DIBORAKU, Borkat ma hamu ASAL NABU, Borkat ma hamu SITUNAGORI, Borkat ma hamu TUWAN NABI ALLI, Borkat ma hamu si ALAM SADIYA, Borkat ma hamu si ALAM SADIA SAH, Borkat ma hamu si ALAM JAHARI, Borkat ma hamu TUWAN MARJANDIHI, Borkat ma hamu RAJA SIPORAT NANGGAR, Borkat ma hamu RAJA ENDAH DUNIYA, Borkat ma hamu RAJA DI PUSUK SUNGEI, Borkat ma hamu TUWAN NABI ALI MUHAMMAD, Borkat ma hamu TUWAN SI NAHAR NANGKIR, Borkat ma hamu OMPUNG ANGLAH TAALA, Borkat ma hamu PUWANG AJI BORAIL, harannya ham Puwang ni Surat Sapuluh Siyah, na mannaikhon hosah, iya Tuwanku Jungjunganku” . Lalu murid disuruh memilih huruf yang disukainya secara intuitif. huruf inilah yang bisa dijadikannya sebagai pegangan berupa jimat dan sebagainya untuk menyatukan diri dengan alam gaib. huruf yang dipilih bisa di jadikan mantra handalan. Dalam Pustaha Laklak, ada beberapa mantra yang digunakan dengan membaca huruf yang dipilih tadi, membacanya dengan mandoding yaitu bersenandung; misalnya untuk Pagar Pertahanan. Kembali ke Adjion Rahoet Mahoerei atau Ilmu Ranji Serat Tubuh ala Simalungun. Dalam keilmuan yang dalam tulisan ini sekadar sebagai bahan kajian saja, ada disebutkan 4 huruf inti sebagai pusat Tonduy, Sumangat yang mampu melahirkan kekuatan tenagadalam. Empat huruf itu adalah ‘Da – Ma – Na – K’. ‘Da – Ma – Na – K’ disebutkan mempunyai tempat khusus di tubuh. (Da) berfungsi sebagai ‘Daoh-daoh’, yaitu memukul dari posisi tidak langsung namun bisa melumpuhkan lawan. Da ini terletak pada titik di kening diantara dua alis dan beberapa tempat lain dengan jurus dihar tertentu pula. (Ma) berfungsi sebagai ‘Magang’, yaitu membuat tubuh berkharisma dan disegani lawan maupun kawan. Ma ini terletak pada titik di atas mata sebelah atas alis dan tempat lain pada tubuh. (Na) berfungsi sebagai ‘Nae’, yaitu kaki yang mampu melangkah gesit dan melangkah ke sasaran yang tepat. Na terletak pada titik di bawah kemaluan serta di beberapa titik lain pada tubuh. Sedangkan (K) tidak berhuruf karena ia adalah ‘Kurusani’, yaitu elemen induk besi yang diyakini sudah diberikan ‘Naibata’ sejak lahir di dalam tubuh. Jika dilatih dan dihidupkan, Kurusani atau indung ni bosi ini mampu membuat kebal, kekuatan dan ketahanan tubuh. Dari uraian ini, saya menarik hipotesa bahwa selain berasal dari Simada Manik yaitu yang memiliki kharisma spiritual; Damanik adalah sebutan yang berasal dari urutan huruf ‘Da – Ma – Na – K’ tersebut, hingga selanjutnya disebut ‘Da – Ma – Ni – K’. Kelebihan yang terkandung dari serat ranji tubuh ‘Da – Ma – Na – K’, yang mampu melumpuhkan lawan, memiliki tubuh berkharisma dan disegani lawan maupun kawan, mampu melangkah gesit dan melangkah ke sasaran yang tepat serta terlahir kebal, kuat dan memiliki ketahanan tubuh, adalah ejawantah dari Marga Damanik, sejak masa awal, Nagur, Siantar dan kiranya sampai kini. Inilah bukti “PERJALANAN SIMALUNGUN/DAMANIK DALAM TINJAUAN HABONARON”, sebagai etnis/marga tua yang berbudaya dan memiliki peradaban yang tinggi. Raja Banua Sobou bermarga Saragih Saragih dalam bahasa Simalungun berarti Simada Ragih, yang mana Ragih berarti atur, susun, tata, sehingga simada ragih berarti Pemilik aturan atau pengatur, penyusun atau pemegang undang-undang. Raja Banua Purba bermarga Purba Purba menurut bahasa berasal dari bahasa Sansekerta yaitu Purwa yang berarti timur, gelagat masa datang, pegatur, pemegang Undang-undang, tenungan pengetahuan, cendekiawan/sarjana. Raja Saniang Naga bermarga Sinaga Sinaga berarti Simada Naga, dimana Naga dalam mitologi dewa dikenal sebagai penebab Gempa dan Tanah Longsor. Marga-marga perbauran Perbauran suku asli Simalungun dengan suku-suku di sekitarnya di Pulau Samosir, Silalahi, Karo, dan pakpak, menimbulkan marga-marga baru. Selain itu ada juga marga-marga lain yang bukan marga Asli Simalungun tetapi kadang merasakan dirinya sebagai bagian dari suku Simalungun, seperti Lingga, Manurung, Butar-butar dan Sirait. Bahasa Simalungun Penelitian P. Voorhoeve (seorang ahli bahasa Belanda, pernah menjabat sebagai taalambtenaar Simalungun tahun 1937) menyatakan bahwa bahasa Simalungun merupakan bagian dari rumpun Austronesia yang lebih dekat dengan bahasa Sansekerta yang mempengaruhi banyak bahasa daerah lain di Indonesia. Kedekatan ini ditunjukkan dengan huruf penutup suku mati: 1. “Uy” dalam kata babuy dan apuy. 2. “G” dalam kata dolog. 3. “B” dalam kata abab. 4. “D” dalam kata bagod. 5. “Ah” dalam kata babah atau sabah. 6. “Ei” dalam kata simbei. 7. “Ou” dalam kata lopou atau sopou. Pandangan umum mengkategorikan Bahasa Simalungun sebagai bagian dari Bahasa Batak, namun Uli Kozok (filolog) mengatakan bahwa secara sejarah bahasa ini merupakan cabang dari rumpun selatan yang berbeda/terpisah dari bahasa-bahasa Batak Selatan sebelum terbentuknya bahasa Toba atau Mandailing. Beberapa kata dalam Bahasa Simalungun memang memiliki persamaan dengan bahasa Toba atau Karo yang ada di sekitar wilayah tinggalnya suku Simalungun, namun Pdt.Djaulung Wismar Saragih menerangkan bahwa ada banyak kata yang penulisannya sama dalam bahasa Simalungun dan Toba namun memiliki makna yang berlainan. Dialek dan Ragam Bahasa Henry Guntur Tarigan membedakan dialek bahasa Simalungun ke dalam 4 macam dialek: 1. Silimakuta. (silimakuta adalah kecamatan yang ada di kabupaten Simalungun) 2. Raya. (raya adalah kecamatan/pusat pemerintahan kabupaten simalungun) 3. Topi Pasir (Horisan). 4. Jahe-jahe (pesisir pantai timur). Aksara yang digunakan suku Simalungun disebut aksara Surat Sisapuluhsiah












