figure

September 23, 2011 at 10:18 am (day and night, fairytale) (, , , , , )


beberapa lama memperhatikan rumah, taman, kebun dan halaman.

memasuki beberapa kelompok pertemanan, menciptakan kenangan.

membaca dan memikirkan kalimat para figure yang diciptakan oleh seseorang, baik oleh diri mereka sendiri maupun oleh orang lain.

banyak kesamaan secara tidak sengaja.. pertemuan yang menciptakan getaran.

pernah suatu kali aku berharap mengalami serendipity.. suatu saat lalu, aku berpikir sudah mengalaminya..

aku bertemu dengan ‘figure’ yang ku reka dan ku bangun. aku membaca kalimat ku pada buku catatan waktu yang lain, milik orang lain.

tidak sama seperti menjiplak, karena kita baru di pertemukan.. hanya menyadari bahwa ‘figure’ itu tidak pernah otentik.

alam menyatukan energi-energi yang serupa.. tulisan ku, tulisan nya dan tulisan mereka serupa.. rasa yang sama.

terkejut juga melihat bentukan ku dalam tubuh atau rumah atau wadah orang lain.

lain waktu, banyak dengungan di sisi lampu kuning..

lampu kuning pertanda berita suka atau pun duka, cahayanya pertanda.

dengungan seranga yang sibuk mengelilingi lampu, berbicara satu-sama lain..

hanya seputar lampu saja, tidak akan lama.

mereka akan pergi, buruknya akan mati.

mati dalam berbagai hal, mati dengungan, hati dan jasad.

mereka di sebut musim, bisa juga di sebut euforia..

karena ada hal yang gempita dari suatu masa, maka mereka berkerubung, berdengung, bersentuhan, bercinta menggila dan mati.

bila mereka berdengung dan bersentuhan, kuharap akan lama.. sehingga dapat nyata jejak dari lampu kuning itu..

bila mereka berdegung, bersentuhan dan bercinta, maka tak ku harap apa-apa.. biasanya mereka pergi ke gorong-gorong gelap, menelurkan sesuatu atas nama kenangan yang kemudian  menetas lalu kembali berdengung. mereka memperbanyak diri, menjual kenangan dengan tubuh yang baru.

bila mereka berdengung, bersentuhan, dan langsung mati, sudah jelas arahnya. bangkai yang menjijikkan, melekat ke lampu yang juga habis masanya.. basah dan membusuk, atau kering terpanggang panas cahaya lampu. tetap menjual memory dengan cara menjadi fosil, mebangun museum, membiarkan yang lain melihat, mengambil gambar dan menjadikan gambar-gambar sebagai trivia dan bukti kedekatan. jelas, memjual kenangan.

saya termasuk dalam hal yang mana??

\sarkastik

nikmat sekali berada dalam halaman-halaman ini, bisa menghina, sok pintar dan mengada-ada.. BEBAS!

akhir-ahir ini tidak menentu, banyak hal yang sedang di pikirkan, dan sudah tidak ada tempat untuk menumpahkan, merasa pincang. sudah tidak ada yang bisa mendengar tanpa menilai, merekam tanpa menuduh, kembali lagi mereka-reka figure. Nara.

ahhhhh… mual rasanya.. orang-orang baru. senyuman-senyuman palsu. kata-kata ramah tamah yang basi. perhatian-perhatian taik kucing. rasanya ingin teriak: “NGENTOT!!”

blah!! lubang kelinci itu sudah di rebut ular berbisa.. aku lelah, ingin sesuatu yang dingin dan tidur dalam temaram yang tenang..

jadi ingat sebuah film animasi dari rusia, yang menggambarkan rumah kelinci yang direbut oleh rubah betina. kemana pun kelinci itu meminta tolong dan dukungan, tidak ada yang mampu melawan dan menaklukan kuasa dan ketamakan sang rubah betina. sampai 4 musim berlalu, kelinci berduka dan putus asa, bertemu dengan seekor ayam jantan yang pemberani. kelinci menceritakan kesulitannya kepada ayam jantan. Sang Ayam Jantan lalu dengan gagah berani mengangkat pedangnya, dengan bersemangant berjalan beriringan dengan sang kelinci menuju rumah itu. Pertarungan tak terelakkan, ayam berhasil mendapatkan lagi rumah itu dan menyerahkannya pada kelinci. dengan ramah kelinci menawarkan tempat untuk tinggal bersama melewati musim dingin itu. mmmm… sangat ingin mememukan ‘figure’ Ayam Jantan.

ps: ada hal mengejutkan lainnya. beberapa saat setelah aku berkeputusan untuk mengangkat dan mulai riset tentang kita dan bayangan yang menghantui kita, sekarang sudah mulai ada kegiatan dan aktifis mengenai hal itu, pelopornya adalah figure besar dari kaum mu..

hahhaahaha.. penyesalan selalu datang di akhir yah.. enak sekali bisa membalas dendam.SIAL! kau selalu berhasil membalas mereka.. aku juga ingin.. tapi belum cukup amunisi ku. kembali things to do ku bertambah..

pps: bagaimana caranya mengatakan tidak..?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: